08 September 2009

"SUara " ... dengarkanlah Aku....

KAdang enggan untuk menyatakan maaf..

kadang sulit bibir ini mengakui khilaf..

tapi q merasa tangan dengan mudah bisa mengungkapkan semua rasa...

dengan tulisannya yang tetap tergores...

dengan aksaranya yang tetap terukir..

meski kadang...

si "Penerima PEsan" tidak menyadari akan hal itu...

si "Penulis" tiba2 bertanya..--> bagaimana dia tidak bisa memahaminya padahal aku menuliskannya dengan sepenuh hatiku..???

Si "Penerima PEsan" dengan tetap berada di ujung dari suatu tempat yang tak dapat dijangkau oleh mata berkata dalam hatinya .. --> "KEnapa tak ada kabar berita?"

sang Angin merasa iba pada keduanya...

akhirnya Angin terbang membawa pesannya...

"Apakah engkau masih seperti yang dulu?"
"Tidak"
"Apakah aku masih seperti yang dulu?"
"Tidak"
"Apakah suatu saat nanti semua bisa seperti dahulu?"

PEsan terakhir yang dibawa angin..
"Bisa, tapi dengan sesuatu yang telah berbeda dari sekarang..."
"Apakah lebih baik?"
"Ya..."
"Yakin?"
"InsyaAllah Yakin.."

Tidak ada komentar: